Suwarno Peternak Lele Yang Sukses Adakan Perlatihan

Seorang peternak lele yang kebetulan seorang Purna Tugas dari Dinas Kesehatan Kota Madiun. Suwarno (52) Warga Kelurahan Taman Kecamatan Taman Kota Madiun itu kini selangkah lebih maju lelenya. Dari mulai mengolam lele dalam jumlah kecil, kini ia sudah dikatakan berhasil dalam usahanya, Suwarno mengaku bisa memanen lelenya setiap bulan sekali. Nampaknya keberuntungan tengah memihak pada Suwarno berusaha mengembangkan  karyanya di dunia lele. Bukan hanya membudidaya ia mulai meritisnya pelatihan Berternak lele Dombo Di rumahnya

Anggapan beberapa orang bahwa bertenak lele dumbo hasilnya tipis atau bahkan mengalami kerugian ,kini ada jalan keluarnya, para pengolam pengolam lainya yang mengeluh dengan biaya pakan untuk lele kini juga telah terlatasi. Dan satu hal yang paling penting bagi mereka petani lele di daerah perkotaan bau kolam yang cenderung amis dan busuk  selalu menjadi kendala utama bagi para tetangga mereka, Suwarno yang sekaligus Ketua Kelompok Tani Mina Sejahtera Kelurahan Taman, Kecamatan Taman Kota Madiun yang berangkot 12 orang ini, berusaha bengupas tuntas semua permalahan budidaya lele dumbo dengan mengadakan pelatihan di rumahnya Suwarno juga mendatangkan nara sumber dari Jombang yaitu Dr. Sugeng Hariadi  S.Pd yang sekaligus penemu formula yang kerap Suwarno sebut dengan sebutan MKA BIO Suwarno menerangkan bahawa pelatihan itu sendiri bertujuan agar para petani- petani pemula yang akan terjun di dunia lele bisa di bekali ilmu yang cukup sehingga Sumber Daya Manusia mereka mumpuni dalam menghadapi semua permasalahkan yang nantinya muncul dalam mengolam lele Memang dalam budidaya lele bila tidak  dibekali ilmu yang cukup maka petani pasti akan permasalahan seperti tingginya angka kematian pada lele muda tingginya biaya pakan timbulnya bau pada kolam dan permasalahkan lain nya yang tak terduga pasti muncul .

Pada hari sabtu 24 Juli 2010 lalu, Suwarno mengadakan pelatihan budidaya lele yang ke dua kalinya peserta pelatihan rata-rata bersal dari daerah kota Madiun dan Kabupaten sekitar . Dalam pelatihan itu nara sumber Dr. Sugeng menjelaskan semua permasalahan sekaligus pemecahannya yang kerap kali timbul pada petani lele Dalam sesi ini Dr.Sugeng mengenalkan produknya  yaitu MKA BIO 1, MKA BIO 2, MKA BIO3, dan MKA BIO 4 yg masing-masing jenisnya mempunyai fungsi yang berbeda-beda produk MKA BIO itu sendiri sebenarnya buah dari hasil penelitian Dr. Sugeng di ITP (Institut Petanian Bogor) selama bertahun tahun dan baru dapat di nikmati bersama serta di sahkan atau di PATTEN kan pada agustus 2008 lalu.

Mengenai fungsi MKA BIO itu sendiri mulai MKA BIO 1 berfungsi sebagai bahan fermentasi kotoran ternak yang juga berfungsi untuk menambah mikroba / plangton dalam kandungan air kolam sehingga lele bisa sewaktu waktu memakan mikroba tersebut yang nantinya diharapkan bisa mengurangi jumlah porsi pakan lele setiap harinya. MKA BIO 2  berfungsi untuk penambah nutrisi pada pakan lele (pelet) mengunakan media limbah perasan kedelai yang diharapkan dapat menambah nutrisi gizi pada lele sehingga lele bisa cepat besar dan penen. MKA BIO 3 berfungsi sebagai penambahan mikroba secara langsung pada air kolam, sehingga mikroba yang berkembang biak dalam kolam dapat semakin padat yang tak lain fungsinya untuk penambahan suplai makanan untuk lele itu sendiri. MKA BIO 4 berfungsi agak lain yaitu untuk mengatasi WC atau SEPITTENG yang sudah penuh dengan cara memasukkan cairan MKA BIO 4 pada SEPITTENG setelah 3 hari kemudian kotoran yang memenuhi sepitteng akan terurai menjadi mikroba dan tidak perlu melakukan penyedotan pada WC yang penuh tersebut.

Yang lebih menarik lagi produk MKA BIO ini tidak hanya digunakan ikan lele saja, tatapi bisa di terapkan pada jeni-jenis ikan yang lainya seperti  gurame, tombro, patin, nila dll. Bahkan untuk ternak ayam pun,kotoran ayam menjadi tak berbau Tidak hanya ternak ayam saja ternak sapi pun menjadikan kotoran sapi juga tak bau Hebattt…bukan…,jadi bisalebih bermanfaat bagi peternak ayam ataupun sapi yang berlokasi di tengah tengah komunitas masyarakat

Suwarno mengaku, untuk selama ini produk MKA BIO masih digunakan pada komunitas  petani  yang mengikuti pelatihan Ia berpesan kepada semua pertenak dan pembudidays ikan khususnya di kota Madiun bahwa produkMKA BIO ini bisa digunakan oleh siapa saja yang memerlukan / membutuhkan dan bisa langsung dapat di rumah Suwarno. Bagi para petani pemula yang ingin mengikuti pelatihan bisa mendaftar langsung keSuwarno pelatihan yang diadakan Suwarno juga akan mengupas tehnik-tehnik budidaya lele mulai  dari pembuatan bibit (pembenihan) pembesaran, pembuatan pakan tambahan sampai pada waktu panen dan pemasalahanya semuanya akan di bahas di situ.

Foto

Memanfaatkan Lahan Kosong

Semenjak pensiun pak Suwarno budidaya lele kebetulan ada lahan kosongdibelakang rumah pak Suwarno memanfaatkan untuk mengisi waktu luangnya dengan berbagai kesibukan dengan membuat 1 buah bak kolam dari semen berukuran 2x6m yang tingginya + 1m. Berkat ketekunan, ketelatenan dan selalu mencoba akhirnya setelah beberapa bulan saya pelajari ternyata ketemu juga kunci pembudidayaan lele ini. Selang beberapa kali pembudidayaan,saya mulai menemui jalan terang dalam pembudidayaan ikan lele ini. sampai kolam yang saya miliki sekarang berjumlah 8 kotak berukuran rata-rata 12 m perkolamnya.  ya… untuk sebentara ini dulu !!

Ikuti

Get every new post delivered to your Inbox.